Rabu, 15 Mei 2013

Dinamika Organisasi Sebuah Seni dalam Organisasi


18. Dinamika Organisasi Sebuah Seni dalam Organisasi


Apa Itu Organisasi?

Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki visi dan misi yang sama terhadap suatu hal dan bekerja sama untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. Contoh organisasi adalah organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), organisasi para petani, organisasi para pedagang, Organisasi Partai Politik, (Orpol), organisasi ikatan dokter Indonesia (IDI), dan lain-lain.
Semua organisasi yang dicontohkan tersebut memiliki visi dan misi yang sama. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa tidak mungkin organisasi kepenulisan berisi orang-orang yang tidak suka menulis, sama seperti organisasi petani pedagang, dan yang lainnya.
Setiap organisasi pasti memiliki keterkaitan antara satu anggota dengan anggota lainnya. Baik dalam satu ketertarikan minat yang sama (contoh: organisasi penulis FLP), satu jalur pekerjaan atau kegiatan yang berkesinambungan atau berhubungan (IDI dengan ikatan pengusaha rumah sakit nasional), kemudian organisasi petani dengan para pengusaha pupuk, dan seterusnya.
Jadi tidak mungkin saja tidak semua organisasi memiliki anggota organisasi yang satu profesi. Tapi yang benar adalah, bisa sama bisa juga saling berhubungan profesi satu dengan yang lainnya. Inilah sedikit banyak yang dimaksud dengan dinamika organisasi.

Dinamika Organisasi

Organisasi adalah sebuah keluarga yang memiliki banyak anggota. Dalam organisasi ada yang disebut ketua organisasi yang tanggung jawabnya serupa dengan kepala keluarga. Ada pemimpin dan ada pula yang dipimpin. Idealnya, antara pemimpin dan yang dipimpin memang harus seiring dan sejalan agar organisasi semakin maju dan berkembang.
Kenyataannya, kita sering berbenturan dengan anggota organisasi lain. Tentunya, banyak kepala, banyak isinya, banyak kepentingan, dan banyak pula keinginannya. Itulah yang disebut dinamika organisasi. Dalam sebuah organisasi, tak pelak harus lurus-lurus saja dan adem ayem tentrem.
Ada kalanya, sebuah kepentingan satu orang berbenturan dengan kepentingan yang lain. Ada juga konflik yang tercipta antaranggota karena perbedaan karakter. Pada dasarnya, berikut ini adalah beberapa hal yang ada dalam dinamika organisasi.
  1. Persaingan antaranggota untuk menunjukkan kelebihan masing-masing.
  2. Benturan antara kepentingan pribadi dan organisasi.
  3. Ambisi terselubung untuk “kudeta”.
  4. Ingin menguasai organisasi untuk kepentingan pribadi.
  5. Konflik antaranggota karena perbedaan karakter.
  6. Adanya senioritas.
  7. Adanya anggota yang mulai tidak komitmen dengan organisasi.
  8. Menjadikan organisasi sebagai kuda tunggangan, dalam mencapai keinginan pribadi.
  9. Memperalat organisasi demi mempromosikan usahanya sendiri.
  10. Menjadikan organisasi sebagai kedok, bagi permasalahan pribadi.
Beberapa poin tersebut adalah contoh kecil dinamika organisasi. Bahkan beberapa gejolak yang ada di dalam organisasi yang sarat dinamika tersebut, kadangkala sangat tidak nyaman bagi anggota lainnya. Karena terkesan ada beberapa gejolak yang sifatnya merugikan dan tidak bersifat kebersamaan. Namun justru lebih mementingkan urusan pribadi sendiri.
Namun pada kenyataannya, dinamika pada organisasi memang sangat beragam dan bervariasi. Dan faktanya semua dinamika yang seperti itu memang ada, dan kerap ditemui dalam semua organisasi yang ada. Karena sifat manusia yang tidak semuanya lurus dalam berkiprah. Sekalipun organisasi tersebut sifatnya adalah untuk kemanusiaan belaka.

Tujuan Kemajuan Organisasi

Memang benar kadangkala, konflik itu diperlukan dalam sebuah hubungan. Baik hubungan antara suami dan istri, hubungan kakak dan adik, hubungan antara sahabat, termasuk hubungan antara personal yang ada di organisasi tersebut. Bayangkan bila dalam sebuah organisasi tidak ada konflik. Tentu organisasi akan berjalan datar dan tidak menyenangkan.
Yang menjadi masalah adalah bukan kepada konflik yang tercipta karena itu adalah bagian dari dinamika organisasi. Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara menyikapinya. Konflik ada bukan untuk meremukkan organisasi, justru sebaliknya. Dengan adanya konflik yang muncul, diharapkan dapat mendewasakan diri para anggotanya. Karena konflik mengharuskan setiap anggota organisasi moved on dari tujuan pribadi kepada tujuan organisasi. Dan mengharuskan semua fokus terhadap keutuhan organisasi tersebut.
Dengan adanya konflik, kita akan semakin tahu karakter tiap-tiap anggota dan kita juga tahu bagaimana cara menyikapinya. Yang tidak boleh ada adalah bila konflik tersebut dibawa keluar dari jalurnya karena hal tersebut bisa memecahkan solidaritas antara anggota organisasi.
Jadi, masihkah dinamika dalam organisasi dianggap sebagai sesuatu yang menghambat kemajuan organisasi? Malah justru sebaliknya, dinamika organisasi merupakan sebuah seni dalam organisasi.

Jenis Organisasi

Ada banyak macam dan jenis organisasi yang terbentuk karena kebutuhan bersama, karena kemiripan dan kesamaan yang ada, dan beberapa alasan lain. Beberapa jenis organisasi yang biasa Anda kenal adalah:
  1. Organisasi Internasional. Atau masuk ke dalam hubungan internasional atau organisasi multilateral, contohnya PBB.
  2. Organisasi antar-Negara. Yang biasa disebut pula organisasi bilateral. Contohnya kerjasama edukasi teknologi antara Indonesia dengan Jepang.
  3. Organisasi Nasional. Atau dalam hubungannya dengan organisasi internal dalam negeri. Misalnya, Parpol.
  4. Organisasi Internal Institusi. Yakni organisasi di dalam sebuah institusi. Contohnya adalah: Persit atau Persatuan Istri Tentara, kemudian Jalasenatri atau persatuan istri TNI-AL, serta KORPRI atau Korps Pegawai Negeri. Dan sebagainya.

Tips Sehat Berorganisasi

Setelah Anda kini mengetahui secara benar, definisi serta pengertian dari organisasi, juga tentang seluk beluk organisasi termasuk dengan tujuan dan dinamika dalam organisasi yang ada. Maka kini ada baiknya Anda menyimak tips mudah dan sehat dalam berorganisasi secara sehat.
Simak dan kulik tipsnya berikut ini:
  • Sebagai anggota sebuah organisasi, maka Anda harus memahami kompetensi dasar sebuah organisasi. Seperti beberapa hal sebagai berikut: 1. Mampu mendeskripsikan pengertian, dan kepentingan bersama organisasi yang Anda ikuti. 2. Mampu menjelaskan dan menguraikan ketentuan umum organisasi. 3. Mampu menganalisa fungsi setiap anggota organisasi. Sehingga tidak selalu terus menerus membebankan urusan organisasi kepada pengurus. 4. Mampu mengkaji peranan organisasi di tengah masyarakat. 5. Mampu meciptakan dan menghargai kerjasama antaranggota organisasi.
  • Saat Anda menjadi anggota organisasi, Anda harus bisa mengenyampingkan sesaat rasa ke'Aku'an Anda menjadi sebuah kata 'Kami' di dalam organisasi.

  • Menghindari pembicaraan yang sifatnya melebar, dan lebih baik memfokuskan pokok pembicaraan pada hal-hal yang bersifat keorganisasian.

  • Saling share dan saling belajar disiplin ilmu lain yang dimiliki oleh sesama anggota organisasi diperbolehkan saja, sejauh bisa saling menghargai satu sama lain.

·         Saat Anda ingin memasuki sebuah organisasi, teliti lebih dahulu manajemen organisasi yang akan Anda ikuti. Karena ini adalah dasar dari sebuah langkah besar yang akan Anda lakukan. Karena itu perhatikan lebih dulu makna manajemen dalam sebuah organisasi. Manajemen adalah: sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya atas anggota organisasi, dan penggunaan semua sumber daya yang ada dalam organisasi guna mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan bersama.
Kini Anda telah mengetahui berbagai seluk beluk tentang organisasi. Dan yang utama adalah Anda perlu pikirkan baik-baik sebelum terjun ke dalam salah satunya. Karena dinamika organisasi tergantung kepada orang-orang berakal sehat seperti Anda tentunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar